KONDISI DAN PERKEMBANGAN TIK
Gambaran Umum Infrastruktur
Koneksi Internet
Sistem jaringan komputer di Universitas Gunadarma digunakan untuk menghubungkan seluruh kampus Universitas Gunadarma yang tersebar di beberapa lokasi dengan Virtual Private Network (VPN) dan menghubungkan ke Internet. Gambar berikut mengilustrasikan keterhubungan antarkampus.
Dalam gambar di atas, keterhubungan masing-masing lokasi terhubung dengan beberapa teknologi, yaitu MPLS (dengan kecepatan 128Kbps – 768 Kbps) dan Wireless (dengan kecepatan 10-20 Mbps). Kecepatan koneksi jaringan komputer untuk Internet adalah 16 Mbps. Kecepatan koneksi tersebut hingga saat ini masih sangat menunjang kebutuhan pengiriman dan penerimaan data. Infrastruktur jaringan komputer dikembangkan untuk menghubungkan seluruh kampus sebagai satu sistem yang terintegrasi sehingga mempermudah dan mempercepat operasional akademik maupun maupun pengaksesan sumber bahan ajar.
Universitas Gunadarma telah menyediakan sistem informasi melalui sistem jaringan komputer yang memadai sebagai fasilitas untuk mengembangkan konten pembelajaran serta media pertukaran dan pencarian Informasi secara online. Pengharapan dari tersedianya fasilitas interkoneksi ini adalah agar tingkat utilisasi yang lebih efektif khususnya untuk mencari Informasi dari berbagai negara melalui jaringan Internet. Jalur koneksi jaringan komputer terdiri dari jalur Internet (melalui ASTI-Net) dan jalur Inherent. Jalur komunikasi jaringan ini dimanfaatkan sepenuhnya untuk civitas akademi, baik kegiatan perkuliahan maupun kegiatan lainnya seperti kursus dan sertifikasi yang menggunakan fasilitas Internet.
Rata-rata tingkat utilisasi sebagian besar digunakan untuk men-download data, yaitu sekitar 5520.3 kbps melalui Internet dan 21.6 kbps menggunakan Inherent, sedangkan untuk upload rata-rata sekitar 327.4 kbps melalui Internet dan 11.1 kbps melalui Inherent. Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan internet masih bersifat mencari sumber dari luar sehingga perlu ditingkatkan kembali konten informasi, khususnya materi ajar yang dimanfaatkan oleh mahasiswa dari luar, sehingga arus aliran informasi dari dalam dan ke luar menjadi lebih meningkat. Tingkat utilisasi jalur Inherent masih di bawah 20%, sehingga perlu peningkatan yang lebih signifikan.
Selain fasilitas sistem jaringan komputer, pemanfaatan sistem informasi maupun ketersediaan bahan ajar elektronik oleh program studi belum merata seperti yang ditunjukkan di Lampiran. Dalam lampiran tersebut terdapat beberapa parameter ukur yang digunakan dengan nilai persentase capaian pemanfaatan sistem informasi, yaitu: (i) pengguna mail dosen/mahasiswa; (ii) situs dosen (staffsite) dan situs mahasiswa (studentsite); (iii) materi e-learning; (iv) keahlian pengoperasian komputer dasar; (v) pemanfaatan TIK untuk proses pembelajaran; (vi) lulusan yang terdaftar di career center.
Fiber Optic
Elemen yang digunakan untuk penghubung jaringan komputer adalah Backbound Fiber Optic 1 Gbps, jenisnya multi core terletak disemua gedung yang dipusatkan di Gedung 2 Lantai 2 Ruang NOC.
Wireless dan Access Point
Komunikasi antar Kampus Depok menggunakan wireless outdoor dan wireless indoor. Wireless di Kampus Depok terletak di :
– Gedung 4 Lantai 7 (di dak) ada 3 buah Outdoor Wirelesss Bridge (Motorolla Canopy BackHaul 10 dan 20 MB) untuk interkoneksi ke Kampus E, Kampus Simatupang dan Kampus Kalimalang.
– Gedung 4 Lantai 7 Satu buah Wireless OMNI (Allied Telesyn 11 MB) sebagai Backup ke Kampus E dan koneksi ke G.
– Gedung 4 Lantai 7 ada satu buah Modul CMM (dipinjamkan oleh PT Berka).
Komunikasi antara Kampus Kelapa Dua dengan Kampus Depok menggunakan wireless outdoor dan wireless indoor. Wireless outdoor yang ada di Kampus E Kelapa Dua terletak di :
– Gedung 1 (di dak) ada 1 buah Outdoor Wirelesss Bridge (Motorolla Canopy BackHaul 20 MB) untuk interkoneksi ke Kampus Depok.
– Gedung 1 (di dak) ada 1 buah Outdoor Wirelesss Bridge (Allied Telesyn 11 MB) untuk interkoneksi ke Kampus Depok.
Komunikasi antar Kampus G Kelapa Dua menggunakan wireless outdoor dan wireless indoor. Wireless yang ada di Kampus G Kelapa Dua terletak di :
– Gedung 1 (di dak) ada 1 buah Outdoor Wirelesss Bridge (Allied Telesyn 11 MB) untuk interkoneksi ke Kampus Depok.
Komunikasi antar Kampus Simatupang menggunakan wireless outdoor dan wireless indoor. Wireless outdoor yang ada di Kampus Simatupang terletak di : Gedung Wisma BII (di dak) ada 1 buah Outdoor Wirelesss Bridge (Motorolla Canopy BackHaul 20 MB) untuk interkoneksi ke Kampus Depok. Sedangkan Komunikasi antar Kampus Kenari menggunakan wireless outdoor dan wireless indoor. Wireless outdoor yang ada di Kampus Simatupang terletak di Lantai 8 (di dak) ada 1 buah Outdoor Wirelesss Bridge (Motorolla Canopy BackHaul 20 MB) untuk interkoneksi ke Kampus Depok.
Komunikasi antar Kampus Kalimalang menggunakan wireless outdoor dan wireless indoor. Wireless outdoor yang ada di Kampus Kalimalang terletak di :
– Di dak ada 1 buah Outdoor Wirelesss Bridge (Motorolla Canopy BackHaul 20 MB) untuk interkoneksi ke Kampus Kenari.
– Di dak ada 1 buah Outdoor Wirelesss Bridge (Motorolla Canopy BackHaul 20 MB) untuk interkoneksi ke Kampus Depok.
INHERENT dan Video Conference
Pada pertengahan 2006 Ditjen Dikti Departemen Pendidikan Nasional Indonesia meng-umumkan pelaksanaan kegiatan pengembangan Backbone Jaringan Pendidikan Indonesia (Indonesian Higher Education Network – INHERENT).
Mengiringi kegiatan pengembangan backbone INHERENT ini, Dikti menawarkan hibah hompetisi untuk pengembangan kapasitas institusi perguruan tinggi di Indonesia dalam jaringan INHERENT; program hibah tersebut disebut PHK-TIK (Program Hibah Kompetisi – Teknologi Informasi dan Komunikasi) INHERENT 2006 yang dibagi ke dalam tiga kelompok peserta kompetisi: K-1 untuk 9 PTN utama, K-2 untuk 73 PTN lainnya, dan K-3 untuk seluruh PTS. Universitas Gunadarma menyambut baik penawaran ini dan mengajukan proposalnya yang memuat 3 program, yaitu: (1) Peningkatan Aksesibilitas dan Konektivitas Jaringan, (2) Penguatan Pengembangan Produksi Content Sistem e-Learning dan Virtual Laboratory, dan (3) Optimalisasi Kebermanfaatan Jaringan INHERENT Melalui Kerja Sama Transfer Teknologi dan Knowledge Sharing Antar Perguruan Tinggi. Gugus tugas pelaksana kegiatan program pertama dan ketiga terutama berasal dari Unit Kerja Pusat Operasional Jaringan (NOC, Network Operational Center) sedangkan untuk program kedua gugus tugas pelaksananya terutama berasal dari Unit Kerja Pusat Pembelajaran Elektronis (ELC, e-Learning Center).
Melalui surat Dirjen Dikti Nomor 3418/D/T/2006 tertanggal 8 September 2006, Universitas Gunadarma, bersama dengan 23 PTS lainnya, dinyatakan sebagai pemenang PHK-TIK K-3 INHERENT 2006. Dalam surat tersebut dinyatakan pula bahwa Universitas Gunadarma adalah salah satu dari 7 PTS yang berhasil mendapatkan dana maksimum, yaitu Rp.1.000.000.000. Seluruh program yang diusulkan Universitas Gunadarma, beserta aktivitas-aktivitasnya, telah selesai dilaksanakan dengan baik, sesuai dengan indikator-indikator keberhasilan pelaksanaan kegiatan; beberapa indikator utama dimaksud adalah: (1) adanya peningkatan throughput pada intranet backbone Universitas Gunadarma, (2) pencapaian jumlah modul ¬e-learning dan v-lab, (3) pencapaian rata-rata pengguna jaringan INHERENT yang mengakses portal Pusat Pembelajaran Elektronis (¬e-Learning Center) Universitas Gunadarma sebagai situs konten ¬e-learning Universitas Gunadarma, dan (4) pencapaian jumlah perguruan tinggi, industri, dan perusahaan yang terlibat dalam kegiatan berbasis jaringan INHERENT yang diselenggarakan Universitas Gunadarma terutama dalam moda teleconference. Laporan pelaksanaan PHK-TIK K-3 Universitas Gunadarma telah disampaikan ke Dikti pada akhir Desember 2006.
Mulai Desember 2006, Universitas Gunadarma sudah tergabung dalam jaringan backbone antar peguruan tinggi- yang disebut Indonesian Higher Education Network (INHERENT). Jaringan tersebut menghubungkan 74 Perguruan Tinggi di Indonesia. Jaringan tersebut memungkinkan dilakukannya sharing pengetahuan dan pengalaman antar Peguruan Tinggi yang sudah tergabung dengan jaringan INHERENT, yaitu melalui content and application sharing serta penyelenggaraan video conference. Peralatan yang dimilik Universitas Gunadarma- yang terkait dengan pemanfaatan jaringan INHERENT tersebut,
Fasilitas video-conference secara umum sudah dimanfaatkan secara optimal, yaitu dengan dilakukannya 24 kali seminar nasional atau kegiatan ilmiah – dengan bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi lain sampai akhir 2007. Salah satu kegiatan video-conference terlihat pada gambar 3.9. dan gambar 3.10. menunjukkan peralatan teleconference Universitas Gunadarma.
Evaluasi Infrastruktur
Kendala
Dalam melakukan pemeliharaan jaringan computer Universitas Gunadarma tidak terlepas dari kendala kendala baik yang bersifat non teknis maupun yang bersifat teknis dan kendala gangguan alam yang kadangkala terjadi. Beberapa kendala yang sering terjadi adalah:
1. Putusnya aliran listrik, sebagai informasi dalam kurun waktu 14 Juli 2007 hingga 18 Juli 2007 sudah terjadi 3 kali putusnya aliran listrik, yaitu pada tanggal 14 Juli 2007 jam 18.03, tanggal 16 Juli 2007 jam 09.34 dan tanggal 18 Juli 2007 jam 11.56 WIB. (Lokasi TKP kampus Depok). Putusnya aliran listrik ini seringkali menyebabkan rusaknya perangkat-perangkat penghubung jaringan yang ada yang tidak terlindungi oleh UPS.
2. Padatnya pengguna frequensi wireless di Area Depok, yang kadangkala mengganggu interkoneksi Depok ke kampus-kampus lainnya.
3. Kurangnya perangkat backup untuk mempercepat / meminimalisir downtime dari jaringan komputer baik itu berupa kabel dan switch. Sebagai informasi sekarang ini perangkat backup untuk kedua barang tersebut sudah habis sama sekali.
4. Server untuk sistem informasi jurusan terpadu kadang-kadang mengalami gangguan operasi (down).
5. Masih ada beberapa titik atau wilayah di lingkungan kampus yang belum terjangkau oleh Access Point (UG-Hotzone)
6. Pemanfaatan UG-Mobile System oleh mahasiswa relatif masih rendah
Solusi Mengatasi Kendala
Kendala-kendala yang terjadi diatas seringkali menghambat Sistim informasi Akademik yang berjalan diatas infrastruktur yang ada. Berikut ini adalah usulan sebagai solusi dari kendala yang terjadi diatas:
1. Menambah kapasitas UPS pada ruang NOC ( Gedung 2 Lantai 2) dan perangkat-perangkat penghubung jaringan yang ada di beberapa titik-titik penting baik di kampus Depok maupun di kampus-kampus lainnya, sehingga apabila terjadi PHL (Pemutusan Hubungan Listrik) tidak mengganggu lintas data yang terjadi.
2. Agar Sistim Informasi Akademik tidak terganggu maka koneksi dari komputer-komputer yang menggunakan Sistim Informasi Akademik hendaknya dibuat hanya untuk penggunaan aplikasi Sistim Informasi Akademik, dimana jalur untuk penggunaan sistim informasi akademik akan menggunakan jalur VPN-IP MPLS yang wireline. Jalur ini akan kami rancang untuk tidak dapat koneksi internet namun hanya untuk koneksi Intranet.
3. Untuk meminimalisir downtime hendaknya terdapat perangkat-perangkat backup untuk di tiap lokasi kampus berupa switch dan kabel UTP kategori 6.
4. Upgrade atau penggantian Server dengan spesifikasi yang lebih tinggi
5. Penambahan fasilitas access point, yang diawali dengan pemetaan atau survey wilayah di lingkungan kampus yang belum terjangkau oleh UG-Hotzone.
6. User education atau sosialisasi UG-Mobile System yang lebih intensif ke mahasiswa, khususnya mahasiswa baru. Sosialisasi fasilitas jaringan komputer dan komunikasi data sudah dimulai dari kegiatan PPSPPT pada tahun 2007 ini.
