Pendahuluan UG-ICT

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi

Perkembangan TIK berimplikasi pada penyelenggaraan perguruan tinggi

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah hampir semua aktivitas yang selama ini dilakukan di perguruan tinggi. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah membuka peluang baru sehingga memungkinkan pendidikan tinggi beroperasi menembus batas-batas wilayah dan metode pembelajaran konvensional dengan meninggalkan tatap muka dikelas dan interaksi fisik dengan mahasiswa. Hal tersebut akan mempunyai implikasi langsung terhadap penyelenggaraan pendidikan tinggi melalui format baru yang lebih efisien dalam proses pembelajaran.  Pembelajaran secara elektronik (e-learning) dan pembelajaran jarak jauh (distance learning) saat ini sudah menjadi bagian integral dari proses pembelajaran di perguruan tinggi.  Kemajuan teknologi tersebut memberikan rasa optimistis tentang manfaat teknologi informasi dan komunikasi bagi peningkatan proses pembelajaran di perguruan tinggi.  Teknologi informasi, terutama internet telah memungkinkan semua institusi pendidikan dan organisasi bisnis menjadi pemain di tingkat global, tetapi juga sekaligus menyebabkan tingkat kompetisi menjadi semakin ketat.


Penerapan TIK tidak hanya mencakup dampak posotif, tetapi juga dampak negatif yang harus diantisipasi

OECD mendefinisikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, selanjutnya disebut TIK, sebagai rangkaian kegiatan yang difasilitasi peralatan elektronik yang mencakup pengolahan, transmisi, dan penyajian informasi. TIK merupakan konvergensi dari tiga wilayah yaitu teknologi informasi, data dan informasi, serta masalah-masalah sosioekonominya.  Jadi berbicara mengenai TIK tidak hanya sebatas teknologinya itu sendiri tetapi juga harus mengkaji dan mempertimbangkan dampak dari teknologi tersebut. Dengan kata lain, penguasaan dan penerapan TIK secara umum seiring dengan berbagai dampak positif dan negatif yang ditimbulkannya. Mari kita perkembangan laju adopsi komputer dan internet di Indonesia pada kurun waktu 2001 sampai 2006 seperti disajikan pada gambar di bawah ini.

Gambar 1.1. Penggunaan PC per 100 Penduduk

Gambar 1.2. Penggunaan Internet per 10000 Penduduk

Secara rata-rata, PC per 100 penduduk dan pengguna internet per 10000 penduduk Indonesia lebih tinggi dibandingkan India, namun lebih rendah dari China, rata-rata Asia, dan rata-rata Dunia.  Jika dibandingkan dengan dua Negara ASEAN yaitu Malaysia dan Singapur, Indonesia relatif tertinggal cukup jauh dilihat dari pengguna Internet per 100 penduduk. Pada tahun 2006, berturut-turut data untuk Malaysia, Singapur dan Indonesia adalah 43,77; 39,21  dan 7,18 (ITU, 2006). Angka tersebut menunjukkan bahwa masyarakat pengguna internet di Indonesia kurang dari 10%, sedangkan kedua Negara ASEAN tersebut sudah mendekati 50%.

Selain secara rata-rata lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata Asia dan Dunia, percepatan adopsi TIK di Indonesia juga lebih lamban dibandingkan pertumbuhan Asia dan dunia, kecuali untuk Handphone.  Pada kurun waktu 2001-2006, laju pertumbuhan pengguna telpon di Indonesia tercatat sebesar 57,58%, sedangkan laju pertumbuhan Asia dan dunis tercatat sebesar 27,2% dan 22,8%.

Penetrasi TIK di Indonesia yang masih rendah harus menjadi tantangan bagi perguruan tinggi

Masih rendahnya tingkat adopsi PC dan pengguna internet tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para penggiat di bidang teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia, termasuk para insan yang bekiprah di perguruan tinggi. Selanjutnya mari kita lihat tiga indikator lainnya, yaitu indeks pengembangan TIK, E-Readiness ranking, dan Network Readiness Index. Secara umum perkembangan ketiga indikator tersebut juga setali tiga uang dengan dua indikator sebelumnya, yaitu posisi Indonesia yang masih relatif terpuruk di lingkungan global.

PBB melalui UNCTAD membuat indeks pengembangan ICT yang diukur berdasarkan 4 dimensi yaitu keterhubungan (connectivity), akses (access), kebijakan (policy), dan penggunaan (diffusion). Nilai indeks tersebut berkisar dari 0 (terendah) sampai 1 (tertinggi). Nilai indeks ICT untuk Indonesia untuk keempat dimensi tersebut berturut-turut adalah 0.0211, 0.4592, 0.5000, dan 0.2401. Berdasarkan nilai indeks difusi ICT, Indonesia menduduki ututan ke 77 dari 171 negara. Untuk kawasan Asia Tenggara, Indonesia masih dibawah Singapura yang menempati urutan 14, Brunei urutan ke-40, Malaysia urutan ke-43, dan Filipina urutan ke-59; tetapi masih lebih tinggi dibandingkan Thailand pada urutan ke-92 dan Vietnam urutan ke-113 (UNCTAD, 2003).

Lembaga lain, yaitu The Economist bekerja sama dengan IBM Institute for Business Value mengeluarkan E-readiness ranking untuk tahun 2004. Indonesia memperoleh nilai keseluruhan sebesar 3.39 atau menempati ranking ke-59 dari 64 negara yang disurvey. Ranking Indonesia tersebut lebih rendah dibandingkan Singapura yang menempati urutan ke-7, Malaysia ke-33, Thailand ke-43, Filipina ke-49; dan hanya 1 tingkat lebih tinggi dibandingkan Vietnam yang menempati urutan ke- 60. Indikator yang terakhir adalah Networked Readiness Index (NRI) yang dikembangkan oleh Center for International Development (CID) di Harvard University. NRI didefinisikan sebagai derajat sebuah komunitas siap untuk berpartisipasi dalam dunia yang terhubung jaringan (networked world). Nilai NRI Indonesia adalah 3.24 dan menempati urutan ke-59 dari 75 negara yang disurvey.

World Economic Forum menggunakan Networked Readiness Index (NRI) untuk mengukur tingkat kesiapan setiap negara atau komunitas dalam berpartisipasi atau memperoleh manfaat dari pengembangan teknologi informasi dan komunikasi. Indeks tersebut dihitung berdasarkan tiga komponen yaitu (1) lingkungan untuk TIK yang ditawarkan setiap negara atau komunitas, (2) Kesiapan individu, perusahaan, dan pemerintah, serta (3) penggunaan TIK oleh setiap pelaku tersebut. Nilai NRI Indonesia pada tahun 2005 adalah -0.36 dan menempati urutan ke-68 dari 115 negara yang disurvey.  Posisi tersebut tertinggal jauh dari Singapura yang berada pada posisi 2, Malaysia urutan 24, dan Thailand urutan 34, tetapi lebih tinggi dibandingkan Filipina dan Vietnam yang berada pada urutan 70 dan 75.

Posisi dan Peranan Universitas Gunadarma dalam Penerapan TIK

Perhatian dan Kepedulian Universitas Gunadarma dalam mensosialisasikan TIK ke masyakat

Posisi Indonesia dalam pemanfaatan TIK tersebut menjadi salah satu perkembangan eksternal yang menjadi perhatian dan kepedulian Universitas Gunadarma. Sesuai dengan visinya menjadi Universitas berbasis TIK di era globalisasi dan informasi, Universitas Gunadarma harus bisa membuat program-program inovatif agar bisa bertindak sebagai ujung tombak dalam mensosialisasikan TIK ke masyarakat melalui proses pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Sampai sejauh ini, Universitas Gunadarma sudah dinilai sebagai perguruan tinggi yang mempunyai komitmen yang tinggi terhadap pemanfaatan TIK. Hal ini bisa dilihat dengan keberhasilan Universitas Gunadarma masuk dalam ranking 100 besar perguruan tinggi se-ASEAN menurut Webomatrics. Peringkat Universitas Gunadarna selengkapnya adalah urutan 61 untuk ASEAN, dan urutan ke- 2624 untuk dunia. Sebagai perbandingan, untuk lingkup dunia, beberapa perguruan tinggi di Indonesia yang masuk 100 besar di ASEAN, diantaranya adalah perguruan tinggi seperti Universitas Indonesia yang menempati posisi 1291, Institut Teknologi Bandung yang menempati posisi 826, dan Universitas Gajah Mada yang menempati posisi 819.

Posisi Universitas Gunadarma dalam pemanfaatan TIK di tingkat global menjadi salah satu kontribusi dalam peningkatan daya saing bangsa di era globalisasi

Universitas Gunadarma akan selalu berusaha meningkatkan posisi tersebut melalui penyusunan program-program pengembangan yang inovatif dan bersaing. Posisi tersebut disatu sisi merupakan salah satu keberhasilan Universitas Gunadarma, tetapi disisi lain, posisi tersebut menunjukkan bahwa perguruan tinggi di Indonesia masih kalah bersaing di tingkat regional dan international. Kondisi harus dijadikan tantangan oleh semua perguruan tinggi di Indonesia – termasuk Universitas Gunadarma, agar bisa lebih bekerja keras sehingga bisa lebih bersaing di era globalisasi saat ini. Dengan memfokuskan pada penguasaan dan penerapan teknologi informasi dan komunikasi – yang merupakan stimulus utama era globalisasi, maka Universitas Gunadarma bisa memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mempersiapkan masyarakat dalam menghadapi era informasi.

Landasan Peraturan dan Fungsi UG-ICT Blueprint

Cetak Biru TIK mengacu pada Rencana Strategis Universitas Gunadarma 2007-2012

Salah satu bentuk realisasinya dari Rencana Strategis Universitas Gunadarma 2007 – 2012 yang telah disayahkan oleh Rektor Universitas Gunadarma berdasarkan Surat Keputusan nomor 173.1/SK/REK/UG/2007 adalah pengembangam cetak biru (blue print) pengembangan dan penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses penddidikan di Universitas Gunadarma yang mencakup dalam aspek pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat, serta dalam pelaksanaan tugas administratif dan operasional di masing-masing unit kerja.
Pengembangan cetak biru ini juga mengacu kepada Pedoman Penerapan Good University Governance Universitas Gunadarma yang telah disyahkan oleh Rektor berdasarkan Surat Keputusan nomor 0651.1/SK/REK/UG/2006 tanggal 6 Pebruari 2006

Cetak Biru TIK merupakan pedoman pelaksanaan tugas dan wewenang BAPSI dan unit kerja terkait

Pengembangan UG ICT Blue Print ini juga merupakan pedoman untuk pelaksanaan tugas dan wewenang dari Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi (BAPSI) dan unit kerja terkait dalam pengembangan dan penerapan TIK dalam pelaksanaan proses belajar-mengajar dan pelaksanaan tugas unit kerja sesuai dengan tugas dan wewenangnya masing-masing. Hubungan kerja antara BAPSI dan unit kerja terkait tersebut mengacu kepada Struktur Organisasi beserta deskripsi tugas yang telah ditetapkan oleh Rektor Universitas Gunadarma berdasarkan Surat Keputusan nomor 237.1/SK/REK/UG/2007 tanggal 27 Maret 2007

When you compare this to apple’s offering, the cupertino california-based how to spy on his or her cell phone with no spy app company doesn’t offer support for any samsung devices with the only exception being two apple-made android apps apple music and move to ios

Comments are closed.